Manfaat Serai

Tumbuhan yang memiliki nama latih Cymbopogon citratus ini adalah jenis rumput-rumputan tinggi yang biasa digunakan sebagai bahan masakan. Serai sangat terkenal di kawasan Asia Tenggara karena aromanya yang khas untuk menambah cita rasa makanan.

Selain penggunaannya sebagai penyedap, ternyata sereh juga digunakan untuk tujuan pengobatan, beberapa di antaranya didukung oleh bukti ilmiah.

minyak serai, daun serai, Beragam manfaat serai dan kandungannya
Ketika digunakan sebagai obat, serai dapat diminum, digosokkan pada kulit, atau dihirup sebagai perawatan aromaterapi. Jika diminum, serai dapat menenangkan perut yang terasa tidak nyaman dan masalah gastrointestinal lainnya, termasuk kram perut dan muntah.

Lebih dari itu, serai ternyata juga dapat dikonsumsi untuk mengobati berbagai jenis gangguan kesehatan berikut ini:

  • Hipertensi
  • Epilepsi
  • Batuk
  • Rematik
  • Demam
  • Flu
  • Diabetes
  • Insomnia
  • Kecemasan
  • Kanker

Sementara itu, jika diterapkan pada kulit, serai atau minyak serai bisa digunakan untuk mengobati sakit kepala. Sebagai perawatan aromaterapi, ekstrak minyak serai dapat dihirup untuk mengobati nyeri otot, infeksi, pilek, atau gejala flu.

Minyak serai mampu kurangi ketombe, sampai saat ini penelitian soal manfaat serai masih terbatas. Akan tetapi, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa minyak serai yang ditambahkan ke tonik rambut mungkin dapat mengurangi ketombe.

Dan, sebuah penelitian kecil menemukan bahwa penggunaan infus serai lebih efektif dalam mengurangi gejala sariawan pada pasien HIV/AIDS daripada cara pengobatan lain yang lebih umum digunakan.

Dari segi nutrisi, serai menyediakan banyak mineral penting. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), serai mengandung kalsium (3 mg), potasium (34 mg), mangan (0,2 mg), magnesium (2,9 mg) dan zat besi (0,4 mg).

Tak hanya itu, di dalam serai juga terkandung vitamin tertentu, meski dalam jumlah yang sangat kecil. Beberapa diantaranya adalah vitamin A, vitamin C, folat, dan niacin. Karena jumlahnya yang kecil, mengonsumsi serai tidak akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kebutuhan vitamin harian Anda.

Efek samping konsumsi serai, meski banyak memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, ternyata tumbuhan yang akrab disebut sebagai lemongrass ini punya efek samping. Mungkin serai memang aman bagi kebanyakan orang ketika dikonsumsi dalam jumlah yang biasa. Namun, ada beberapa risiko yang mungkin muncul saat digunakan untuk tujuan pengobatan.

Digunakan secara topikal, serai dapat menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, mengonsumsi serai dalam jumlah banyak dapat menyebabkan pusing, mengantuk, mulut kering dan buang air kecil berlebih.

Sementara itu, menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Centre, penggunaan minyak atsiri serai dalam jumlah tinggi dapat merusak selaput lendir hati dan lambung. Dan, asupan teh serai yang berlebihan juga dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Beberapa ahli juga percaya bahwa ibu hamil harus menghindari konsumsi serai yang berlebihan. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan kepada tikus. Hasilnya, ada indikasi tikus yang hamil dan diberi serai, melahirkan bayi tikus yang mengalami kecacatan.

Bagi orang yang tengah menjalani kemoterapi, konsumsi serai harus dihindari. Karena dapat mengganggu pengobatan kemoterapi yang sedang dilakukan.

Demikianlah sederat manfaat dari serai bagi kesehatan Anda. Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi serai juga dapat menimbulkan efek samping yang menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam mengonsumsi serai, jangan terlalu berlebihan.

Iklan