Hubungan Cepat Marah Dengan Hipertensi

 

Apakah cepat Marah merupakan gejala darah tinggi? Mengapa dia memiliki temperamen tinggi, Apakah dia mempunyai tekanan darah tinggi? Pertanyaan ini pasti sering di tanyakan dalam diri kita ataupun pernah terpikir ketika kita melihat orang yang sering marah-marah.

Apakah tekanan darah tinggi dan amarah berkorelasi? Jawabannya Ya mereka saling berhubungan satu sama lain, tetapi Kita sering memiliki kesalahpahaman mengenai hubungan hipertensi dan kemarahan. Bukan berarti bahwa orang dengan darah tinggi (hipertensi) akan lebih mudah marah. Tetapi, kemarahanlah yang memicu tekanan darah seseorang di zona yang tinggi.

dartingSebuah penelitian dilakukan untuk menemukan korelasi antara kontrol amarah dan tekanan darah sistolik dan hasilnya positif. Ini menyimpulkan bahwa orang yang memiliki masalah dengan mengendalikan kemarahan mereka cenderung memiliki tekanan darah sistolik yang lebih tinggi yang dalam hal ini akan mencerminkan mereka memiliki lebih banyak adrenalin karena kemarahan mereka.

Marah-marah Jadi Bisa dikatakan bukan orang dengan tekanan darah tinggi mudah marah-marah, Tapi adalah orang yang mudah marah-marah memiliki tekanan darah tinggi. Stres meningkatkan tekanan darah, dan siapa pun yang selalu membuka tutupnya pasti berada di bawah tekanan yang tinggi.

Orang yang cenderung lebih mudah marah dan tidak mengkontrol emosi mereka, cenderung disebabkan oleh kemarahan pribadi yang mendidih hal itu akan menempatkan dia pada resiko stroke yang lebih tinggi. Kemarahan atau tingkat emosi yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat.

Hipertensi menyebabkan iritabilitas

Orang dengan hipertensi (darah tinggi) bereaksi stimulus lebih ganas, berlebihan dan kasar. Pemicunya bisa dari hal yang mungkin ringan, kebisingan, tekanan psikologis atau bahkan sentuhan.

Dalam keadaan peningkatan iritabilitas, Seringkali Anda berada dalam keadaan peningkatan rangsangan dan agresi, karena ini adalah bagaimana iritabilitas memanifestasikan dirinya. Iritabilitas juga dapat dikaitkan dengan fluktuasi suasana hati yang tajam dan juga dengan suasana hati yang depresi.

Iritabilitas dan kemarahan secara harfiah terdengar sama. Oleh karena itu, Anda mungkin menggunakan iritabilitas dan kemarahan secara bergantian atau Anda mungkin menunjukkan bahwa hipertensi menyebabkan kemarahan. Tapi, mereka berbeda. Sifat lekas marah itu ibarat bug menjengkelkan yang terus mengejarmu, sementara kemarahan adalah reaksi impulsif yang kuat terhadap sesuatu yang terburuk yang ada di sekitarmu. Jadi tidak tepat jika mengira bahwa peningkatan tekanan darah menyebabkan kemarahan, Tetapi kemarahanlah yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Bila marah, ambil langkah cepat untuk mengendalikan amarah dengan diam dan coba untuk tersenyum adalah salah satu hal effektif yang direkomendasikan para ahli psikologi dalam meredakan amarah. Yang terpenting adalah selalu memonitor tekanan darah anda, dan berkomunikasi dengan dokter bila tekananan darah berada diatas atas ambang normal.

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.